Selasa, 26 Juli 2011

AS Gagal Bayar, Emas Tancap Gas ke US$1.700

Jakarta – Harga emas diprediksi bakal tancap gas ke level US$1.700 per troy ounce. Sebab, upaya AS untuk menghindari gagal bayar, justru dilihat pasar sudah memasuki masa kritis. Belum lagi faktor Eropa.
Analis Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, meroketnya harga emas, masih didorong oleh carut marutnya masalah utang baik di Eropa maupun AS. Saat ini, menurutnya, pasar sedang fokus ke Washington di mana upaya AS untuk menghindari default (gagal bayar) justru memasuki masa kritis.
Pasalnya, lanjut Daru, proposal kenaikan pajak yang diajukan Presiden AS Barack Obama melalui Partai Demokrat, ditentang habis-habisan oleh Partai Republik. “Perdebatan sengit dua partai itu di Kongres menimbulkan tidak adanya tanda-tanda kesepakatan lebih lanjut,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (25/7).
Meski begitu, Daru menjelaskan, masing-masing pihak (baik Partai Demokrat maupun Partai Republik) tetap akan mencari cara agar AS terhindar dari default. “Tapi, pasar tetap pesimistis akan terjadinya kesepakatan yang akan diputuskan pada 2 Agustus 2011 itu,” ungkapnya.
Daru memperkirakan, pada akhirnya kedua partai mungkin akan sepakat. Tapi, untuk meraih kesepakatan tersebut tidak akan mulus karena akan ada pihak-pihak yang belum puas. “Karena itu, pasar terus mencari tempat investasi yang aman. Emas merupakan salah satu tempat investasi yang aman itu sebagai safe haven,” ujar Daru.
Sebab, di lain pihak, meski mata uang utama menguat, tapi tidak signifikan seperti emas. Apalagi, meski Uni Eropa sudah menyepakati paket bailout kedua untuk Yunani, pasar kembali ragu dan mempertimbangkan kembali soal detil paket bailout tersebut. “Pasar juga sudah mulai mempertanyakan langkah-langkah teknis untuk mengatasi penyebaran krisis utang,” ucapnya.
Pasar juga fokus pada bagaimana langkah-langkah itu bisa diterapkan. Di sisi lain, aksi pemboman oleh fundamentalis Kristen di Norwegia pada Jumat (22/7) yang menewaskan 93 orang dan melukai puluhan lainnya, juga telah meningkatkan risiko pasar di Eropa.
Kondisi itu, juga turut merusak stabilitas ekonomi Eropa sehingga menimbulkan kekhawatiran baru. Emas pun semakin diburu. Alhasil, Daru menegaskan, jika AS mengalami default (gagal bayar), harga emas bakal terus meroket ke level US$1.650-US$1.700 per troy ounce.
Untuk saat ini, target resistance emas di level US$1.622,49 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Senin (25/7). Penguatan berikutnya, ke level US$1.630 per troy ounce berdasarkan Fibonacci Projection. Sedangkan resistance di level US$1.650 didasarkan pada berbagai analisis di luar negeri.
Di sisi lain, berdasarkan daily chart-nya, indikator Moving Average (MA)5 dan MA30 yang dikombinasikan dengan Bollinger Band, harga emas masih membentuk pola up trend. “Ini berlaku untuk jangka panjang,” ungkap Daru.
Karena itu, lanjutnya, jika level US$1.650 terpecahkan, emas bakal naik ke US$1.700. Sebab, secara historis, setelah US$1.500 ditembus, lalu mendapat resistance kuat di level US$1.565, emas langsung tembus ke US$1.600. “Jadi, pola untuk tembus US$1.700 juga akan sama,” paparnya.
Sementara itu, untuk level support emas berada di angka US$1.605 sebagai level reversal (balik arah) level 50% Fibonacci yang ditarik dari level terendah pada 22 Juli 2011 di level US$1.583 dan tertinggi US$1.622. Level support berikutnya US$1.600 dan jika ditembus US$1.585.
Menurutnya, setelah US$1.600, terbentuk Fibonacci Retracement 61,8% di level US$1.598,30 sebelum melemah ke US$1.585 yang merupakan level bottom tahanan setelah empat kali coba ditembus dan selalu kembali mental ke atas. “Level terlemahnya, US$1.583,” tuturnya.
Dalam situasi ini, Daru mengakui, untuk mendapatkan level rendah harga emas sangat sulit. Sebab, koreksi yang terjadi hanya minor. “Tapi, jika dilihat dari pergerakan harga intraday-nya, emas bisa dibeli di level US$1.598 per troy ounce atau di level US$1.585,” imbuhnya. [mdr]


www.inilah.com

Senin, 18 Juli 2011

Yunani menolak ada default obligasi

ATHENA. Upaya penanganan krisis utang Yunani semakin rumit. Masalahnya, Pemerintah Yunani menegaskan akan menolak setiap usulan Eropa yang sengaja melakukan default atau gagal bayar terhadap obligasinya.
Republik Helenik tersebut bahkan mengecam Eropa yang dinilai tidak berani mengambil keputusan. Padahal, Yunani sudah habis-habisan melaksanakan penghematan anggaran sebagai syarat yang diminta Eropa untuk mengucurkan talangan dana bantuan atau bailout.
Perdana Menteri (PM) Yunani Georgios Papandreou menegaskan, setelah negerinya menelan obat pahit berupa penghematan anggaran dari Eropa −menyebabkan demonstrasi berdarah di semua kota di Yunani− sekarang giliran Eropa melaksanakan kewajiban mereka. "Sekarang giliran mereka secara kolektif mengambil keputusan berani," ujarnya.
Papandreou mengungkapkan, sejatinya Yunani sudah membahas bahkan menolak sejumlah opsi yang saat ini dibahas Eropa untuk mengucurkan bantuan € 110 miliar.
Rencananya, kepastian langkah Eropa untuk Yunani akan ditentukan pada Kamis (21/7) mendatang. "Kami berprasangka baik, berbagai opsi itu mungkin harus dimatangkan dulu. Tetapi kami berharap, ini bukan alibi untuk menghindari kewajiban mereka," tegas Papandreou.
Eropa memang sedang mengkaji beberapa opsi untuk Yunani. Usulan pertama, meminta institusi keuangan swasta Eropa memperpanjang roll over utang Yunani.
Usulan kedua, mengucurkan bailout untuk membeli kembali atau buyback sebagian obligasi Yunani. Ini demi mengurangi beban pembayaran dan beban urunan dana bailout yang harus ditanggung negara Zona Euro.
Usulan ketiga, membiarkan Yunani mengalami default di sebagian surat utangnya. Tujuannya, agar Eropa tidak kehabisan dana. Maklum, masih ada negara Eropa lain yang terlilit utang dan juga bakal membutuhkan dana talangan. Sebut saja, selain Portugal, Irlandia, dan Spanyol, Italia kini juga tengah terancam cekikan utang.
Padahal, celengan dana European Financial Stability Facility (EFSF) yang saat ini mencapai €1,5 triliun, tidak akan sanggup memikul pendanaan untuk membantu semua negara Eropa tersebut. Anggota Dewan Pengarah Bank Sentral Eropa (ECB) Jens Weidmann menilai, Yunani juga harus tetap memikirkan cara meningkatan produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.



www.kontan.co.id

Jumat, 15 Juli 2011

Pernyataan The Fed membuat Wall Street berguguran

JAKARTA. Bursa Wall Street kembali berguguran pada penutupan perdagangan Kamis (14/7). Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 54,49 poin atau minus 0,44% ke 12.437,12. Indeks teknologi Nasdaq turun 34,25 poin atau 1,22% ke 2.762,67 dan S&P 500 indeks turun 8,85 atau 0,67% ke 1.308,87.
Pasar bereaksi negatif terhadap pernyataan The Fed tentang bahaya dalam proses fiskal AS akibat belum adanya titik temu kenaikan limit utang dari level saat ini US$ 14,3 triliun. The Fed memberi sinyal kemungkinan Quantitative Easing ke-3 jika data-data ekonomi AS lemah.
Selain itu, alotnya pembahasan batas utang bisa mendekatkan AS pada bahaya default seperti yang terjadi pada Yunani. Fitch Rating pun juga menyatakan AS juga terancam tergiring ke wilayah selective default.
Namun, laporan ritel AS pada Juni serta kenaikan suku bunga China meningkatkan adanya spekulasi pengetatan pasar akan berakhir.

www.kontan.co.id

Selasa, 12 Juli 2011

Lagarde Umumkan Perubahan Manajemen IMF Selasa

Jakarta - Direktur Pelaksana IMF baru Christine Lagarde mengatakan akan mengumumkan perubahan manajemen pada Selasa (12/7) waktu Washington, dalam sebuah langkah yang diharapkan dapat memberikan jabatan senior pertama kepada China di sektor pemberi pinjaman global.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita yang berbasis di Washington, Lagarde tidak menguraikan lebih jauh kecuali hanya mengatakan bahwa pengumuman akan dilakukan Selasa. Sumber IMF mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa Min Zhu, seorang warga negara China yang menjadi penasihat khusus mantan Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn, diperkirakan akan mengisi deputi managing director baru.

Langkah ini diharapkan untuk menarik pasar negara yang sedang berkembang dan negara-negara berkembang, yang menuntut pengaruh yang lebih besar di lembaga-lembaga keuangan internasional untuk mencerminkan pertumbuhan besar mereka dalam perekonomian dunia.

Orang Nomor 2 di tubuh IMF juga diperkirakan akan diganti terkait berakhirnya masa jabatan Yohanes Lipsky dari Amerika pada Agustus mendatang. Sumber IMF mengatakan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan penasihat Gedung Putih David Lipton untuk mengisi jabatan tersebut.

Dengan memberikan China di posting baru IMF, Lagarde memberikan sinyal bahwa ia serius perhatian yang lebih besar ke negara berkembang. Lagarde mengatakan itu penting bahwa parlemen di negara-negara anggota IMF menyetujui perubahan hak suara IMF yang disahkan tahun lalu. Reformasi akan membuat China menjadi pemilik suara anggota ketiga terbesar IMF setelah Amerika Serikat dan Jepang.

Lagarde, mantan menteri keuangan Perancis, mengatakan Eropa juga harus membuatyang terbaik terkait kesepakatan tahun lalu untuk mengurangi representasi dua kursi di 12 anggota dewan eksekutif, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi dominasi Eropa di IMF dalam membuat keputusan.


www.inilah.com

Obama : Kegagalan perundingan utang bisa memicu resesi Amerika

WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mengingatkan kegagalan meningkatkan batas utang AS bisa memicu kembali terjadinya resesi dan menyebabkan jutaan orang menganggur.
Hal itu disampaikan Obama, Senin 11 Juli, di tengah-tengah upayanya mendapat dukungan paket anggaran yang antara lain mencakup pemotongan anggaran sekitar US$ 4 triliun.
Namun Obama menegaskan bahwa kebuntuan pembahasan akan bisa dipecahkan dalam waktu beberapa hari mendatang. Amerika menghadapi risiko tak mampu membayar utang pada tanggal 2 Agustus, ketika anggarannya habis.
"Kita tidak bisa menghadapi risiko, tak mampu memenuhi kewajiban karena kita tidak bisa mengesampingkan politik," tutur Obama. Ia menegaskan tidak akan ada kesepakatan untuk meningkatkan batas utang jika Partai Republik tidak bersedia mengambil kompromi.
"Saya tidak akan menandatangani perpanjangan 30 hari, 60 hari atau 90 hari," ujarnya. Pihak Republik menentang rencana Obama karena mencakup rencana kenaikan pajak sementara partainya, Demokrat, tidak bersemangat mendukungnya karena akan memotong dana kesejahteraan sosial dan kesehatan, Medicaid.
Setelah pertemuan yang tidak mencapai kata sepakat Minggu 10 Juli, Obama mengatakan dia akan melakukan pertemuan harian sampai kebuntuan tentang anggaran itu bisa dipecahkan.
"Kita harus bisa menyelesaikannya pada tanggal 2 Agustus," tegas Obama kepada para wartawan.
Saat ini Amerika Serikat menghadapi defisit anggaran tahunan sebesar US$ 1,5 triliun dan itu sudah melewati batas utang nasional sebesar US$ 14,3 triliun.
Dengan demikian pemerintah AS tidak boleh lagi mencari pinjaman dan Obama mengkritik para politisi yang tidak bersedia menaikkan batas utang itu. "Itu tidak bertanggungjawab. Mereka lebih tahu," tutur Obama.
Partai Kongres dilaporkan bertekad untuk mencegah kenaikan pajak dan menginginkan langkah-langkah yang progresif dalam mengurangi defisit anggaran sebelum mendukung peningkatan batas utang.
Sekelompok anggota Kongres dari Partai Republik dan Demokrat sudah mengidentifikasikan pemotongan sebesar US$2 triliun dalam pembicaraan Mei dan Juni namun tidak tercapai kesepakatan.


www.kontan.co.id
Platforms FasaPay Online Payment System
IndonesianEnglishGermanPortugueseRussianArabicFrench