Rabu, 04 Mei 2011

Ini yang Diharamkan MUI dalam "Trading"


JAKARTA, KOMPAS.com — Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 80 tentang Mekanisme Syariah Perdagangan Saham mencantumkan 14 hal di bursa efek yang tidak sesuai dengan prinsip syariah.

Sebagian besar dari ke-14 larangan tersebut sebetulnya juga sama dengan yang sudah diterapkan di Bursa Efek Indonesia saat ini. Larangan itu antara lain larangan front running, memberikan informasi yang menyesatkan, perdagangan semu yang tidak mengubah kepemilikan (wash sale), pre-arrange trade, pooling of interest, cornering, marking at the close, insider trading, serta penawaran palsu.
Selain larangan yang sudah diketahui pelaku pasar modal pada umumnya, MUI menambahkan dua larangan dalam bertransaksi di bursa efek. "Dua tambahan dari MUI adalah larangan short selling dan margin trading," ungkap Direktur Pengembangan BEI Friderica W Dewi, Selasa (3/5/2011).

Short selling adalah penjualan saham yang belum dimiliki dengan harga tinggi, sedangkan marging trading adalah transaksi atas efek dengan fasilitas pinjaman berbasis bunga (riba) atas kewajiban penyelesaian pembelian efek.

Friderica berharap, dengan keluarnya Fatwa No 80, masyarakat yang selama ini ragu untuk bertransaksi di pasar modal lantaran khawatir tak sesuai prinsip syariah bisa berubah pikiran. Apalagi fatwa ini akan diikuti pula dengan penerbitan Indeks Saham Syariah Indonesia.

"Dengan fatwa ini, diharapkan jumlah investor, khususnya dari dalam negeri, akan bertambah. Ini supaya pertumbuhan IHSG yang pesat juga dibarengi dengan pertumbuhan jumlah investor yang besar," papar Friderica.

Ia menambahkan, investasi berbasis efek syariah sebetulnya masih bisa tumbuh lebih besar. Catatan BEI, per 1 April 2011 kapitalisasi berbasis efek syariah secara keseluruhan baru 36,28 persen dari total kapitalisasi pasar modal atau sekitar Rp 1.527,36 triliun.

Dari jumlah tersebut, saham syariah memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 1.484 triliun atau 43,6 persen dari keseluruhan kapitalisasi pasar. Sementara itu, obligasi korporasi berbasih syariah baru 4,89 persen atau Rp 6,121 triliun. Sementara surat utang negara berbasis syariah mengambil porsi 5,38 persen atau Rp 36,558 triliun dari total kapitalisasi pasar. (Astri Karina Bangun/Kontan)

Senin, 02 Mei 2011

Warren Buffett Nilai Langkah S&P Prematur

OMAHA - Miliarder Warren Buffett yakin optimis perekonomian Amerika Serikat (AS) masih akan tumbuh. Dia menyatakan sudah seharusnya Amerika memiliki daya beli yang kuat.


Dalam pertemuan dengan puluhan ribu pemegang saham Berkshire Hathaway, Buffet juga menuturkan tidak peduli seberapa buruk perekonomian negara tersebut, atau berapa besar defisit, atau kisruh politik dia menjelaskan adalah AS adalah sebagai tempat yang baik untuk hidup dan bekerja.

"Saya tidak melihat bagaimana orang menjadi kehilangan antusias dari negara ini," kata Buffett seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/5/2011). Dalam surat kepada pemegang sahamnya pada Februari lalu, dia juga menyuarakan optimismenya atas ekonomi AS. Tapi, jika investor tampaknya masih melihat kondisi ekonomi AS negatif lantaran Standard & Poor's merubah outlook surat utang pemerintah AS menjadi negatif.

Buffett mengatakan kepada Reuters bahwa langkah S&P menurunkan outlook AS adalah langkah yang prematur. Hal ini mengingat utang pemerintah AS cuma dalam bentuk dolar AS, dan pemeirntah hanya dapat mencetak lebih banyak uang untuk membayar utang jika benar-benar diperlukan.

"AS tidak akan default terkait kewajiban apapun. AS tidak memiliki risiko apapun dalam kredit, percayalah," bebernya. Widi Agustian - Okezone.com

Minggu, 01 Mei 2011

Bapepam Terbitkan 4 Aturan Akutansi Emiten

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) segera menerbitkan 4 peraturan akuntansi bagi emiten menyesuaian dengan ketentuan internasional.

Keempat peraturan akutansi itu adalah pertama peraturan No.X.K.2 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala. Kedua, peraturan No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan. Ketiga, adalah surat edaran No. 2 tentang peraturan penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik dan ke empat pedoman akuntansi perusahaan efek (PAPE).


"Saat ini sedang kita kerjakan, mudah-mudahan saja pertengahan tahun ini bisa selesai semua,” ungkap Kepala Biro Standar Akutansi Bapepam LK, Etty Retno Wulandari di kantornya, Jakarta Jum’at kemarin.


Dia menjelaskan dengan adanya peraturan baru tersebut maka Bapepam LK bisa mendapatkan laporan keuangan dari emiten yang selama ini sesuai dengan aturan bursa efek.

“Kita tidak ngatur MKBD (modal kerja bersih disesuaikan), itu sudah aturannya sendiri. Kita memberi pedoman bagi perusahan efek dalam mendukung laporan keuangan dan laporan MKBD kalau selama ini jadi peraturan bursa efek dan sekarang kita tingkatkan menjadi laporan Bapepam LK," tukas dia.

Oleh: Tio Sukanto

www.inilah.com

Jumat, 29 April 2011

Panasonic Akan PHK 40.000 Pegawai?

Erlangga Djumena

Tokyo. Persaingan yang kian sengit memaksa Panasonic Corp lebih berhemat. Dalam rangka perampingan biaya itu, menurut seorang sumber, dalam dua tahun mendatang, raksasa elektronik asal Jepang ini pun berniat memangkas 40.000 tenaga kerja yang sebagian besar ada di luar negeri.

Mengutip harian bisnis Nikkei, pengurangan hingga 10 persen dari total jumlah pekerja Panasonic ini akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar di antara pabrik-pabrik yang berasal dari Negeri Sakura ini.

Rencana PHK puluhan ribu karyawan ini akan dimulai pada akhir tahun fiskal 2012. Jumlah tenaga kerja Panasonic di luar negeri mencapai 380.000 orang atau 60 persen dari pekerja produsen elektronik ini secara keseluruhan. Terkait PHK dan reorganisasi fasilitas produksi ini, perusahaan akan menanggung beban lebih dari 100 miliar yen (1,22 miliar dollar AS).

Selanjutnya, Panasonic akan menerapkan pengoperasian secara overlapping. Skema ini penting dilakukan oleh Panasonic supaya tetap kompetitif di pasar global, terutama menghadapi rivalnya, yakni produsen elektronik asal Korea dan China.

Panasonic pun akan berusaha mengalihkan fokus pada bisnis terkait energi dan lingkungan, seperti baterai isi ulang, robot, komponen elektronik, pencahayaan, dan panel surya.

Juru Bicara Panasonic Toshihiko Shibuya mengatakan, pemangkasan pekerjaan ini belum diumumkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, ia pun menolak berkomentar.

PHK Nokia

Tak hanya Panasonic, Nokia Oyj juga akan mengurangi 7.000 pekerjanya. Produsen ponsel asal Finlandia ini akan memindahkan sebagian besar pekerja itu ke Accenture Plc, perusahaan pengembang software Symbian.

Pengurangan tenaga kerja ini seiring kesepakatan kerja sama antara Nokia dan Microsoft Corp. Nokia pun beralih menggunakan Windows Phone 7 untuk software smartphone mereka. "Ini adalah awal dari perjalanan panjang yang menyakitkan," kata Ben Wood, analis CCS Insight di London.

Dari 7.000 pekerja itu, Accenture akan mengambil 3.000 pekerja Nokia di China, Finlandia, India, Inggris, dan Amerika Serikat pada akhir tahun ini. Sebab, Accenture masih tetap bekerja untuk Nokia pada proyek-proyek berbasis Windows Phone 7.                                        (J Ani Kristanti/Kontan)

sumber : www.kompas.com

Rupiah Terkuat dalam 7 Tahun

Persepsi negatif pasar global terhadap mata uang AS telah memengaruhi penguatan rupiah, Kamis (28/4/2011). Tren penguatan ini diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan tahun. Nilai tukar rupiah, kemarin, merupakan nilai tukar tertinggi dalam tujuh tahun.

Pada penutupan perdagangan, kemarin, berdasarkan kurs tengah BI, rupiah ditutup menguat ke level Rp 8.593 per dollar AS, menguat dari posisi sebelumnya, Rp 8.625.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia juga naik tipis, 3,998 poin atau sekitar 0,11 persen menjadi 3.808,92. Hal ini merupakan rekor baru bagi IHSG.

Sejumlah pengamat melihat, pertemuan The Federal Open Market Commitee (FOMC) di AS, yang mengambil keputusan Bank Sentral AS tetap mempertahankan pelonggaran moneter, menjadi pemicu utama pelemahan dollar AS.


Tren penguatan pun terjadi pada sejumlah mata uang. Euro, misalnya, menguat di level 1,484 per dollar AS, poundsterling di level 1,668 per dollar AS, dan dollar Australia menguat 1,092 per dollar AS. ”Penguatan rupiah akan terjadi bertahap untuk jangka menengah, paling tidak sampai pertengahan tahun ini. Di level support bisa mencapai Rp 8.450 per dollar AS. Arah kebijakan Pemerintah AS paling menentukan,” kata pengamat pasar uang, Radityo Setyo Wibowo.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, dalam sebuah seminar, mengatakan, kondisi pasar keuangan Indonesia saat ini belum memadai. Pasar belum siap menghadapi masuknya modal asing secara besar-besaran. Jika pasar keuangan yang meliputi pasar uang, pasar modal, dan pasar saham ini tak siap, maka modal asing yang mengalir deras akan mengakibatkan destabilisasi pasar.

”Bank Indonesia dan pemerintah terus menyiapkan hal itu dengan baik. BI di antaranya berusaha menggeser agar instrumen dalam jangka waktu pendek bergeser menjadi menengah atau panjang,” kata Budi.

Kalangan pengusaha mendesak pemerintah segera mengintervesi nilai tukar rupiah. Pasalnya, penguatan rupiah secara berkelanjutan telah merugikan kalangan eksportir dan memacu aksi impor berlebihan. ”Pengusaha resah karena kontrak dagang dilakukan saat rupiah di level Rp 9.000 ke atas,” kata Ketua Asmindo Ambar Tjahyono.
oleh ; Erlangga Djumena

www.kompas.com
Platforms FasaPay Online Payment System
IndonesianEnglishGermanPortugueseRussianArabicFrench