Jumat, 15 Juli 2011

Pernyataan The Fed membuat Wall Street berguguran

JAKARTA. Bursa Wall Street kembali berguguran pada penutupan perdagangan Kamis (14/7). Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 54,49 poin atau minus 0,44% ke 12.437,12. Indeks teknologi Nasdaq turun 34,25 poin atau 1,22% ke 2.762,67 dan S&P 500 indeks turun 8,85 atau 0,67% ke 1.308,87.
Pasar bereaksi negatif terhadap pernyataan The Fed tentang bahaya dalam proses fiskal AS akibat belum adanya titik temu kenaikan limit utang dari level saat ini US$ 14,3 triliun. The Fed memberi sinyal kemungkinan Quantitative Easing ke-3 jika data-data ekonomi AS lemah.
Selain itu, alotnya pembahasan batas utang bisa mendekatkan AS pada bahaya default seperti yang terjadi pada Yunani. Fitch Rating pun juga menyatakan AS juga terancam tergiring ke wilayah selective default.
Namun, laporan ritel AS pada Juni serta kenaikan suku bunga China meningkatkan adanya spekulasi pengetatan pasar akan berakhir.

www.kontan.co.id

Selasa, 12 Juli 2011

Lagarde Umumkan Perubahan Manajemen IMF Selasa

Jakarta - Direktur Pelaksana IMF baru Christine Lagarde mengatakan akan mengumumkan perubahan manajemen pada Selasa (12/7) waktu Washington, dalam sebuah langkah yang diharapkan dapat memberikan jabatan senior pertama kepada China di sektor pemberi pinjaman global.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita yang berbasis di Washington, Lagarde tidak menguraikan lebih jauh kecuali hanya mengatakan bahwa pengumuman akan dilakukan Selasa. Sumber IMF mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa Min Zhu, seorang warga negara China yang menjadi penasihat khusus mantan Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn, diperkirakan akan mengisi deputi managing director baru.

Langkah ini diharapkan untuk menarik pasar negara yang sedang berkembang dan negara-negara berkembang, yang menuntut pengaruh yang lebih besar di lembaga-lembaga keuangan internasional untuk mencerminkan pertumbuhan besar mereka dalam perekonomian dunia.

Orang Nomor 2 di tubuh IMF juga diperkirakan akan diganti terkait berakhirnya masa jabatan Yohanes Lipsky dari Amerika pada Agustus mendatang. Sumber IMF mengatakan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan penasihat Gedung Putih David Lipton untuk mengisi jabatan tersebut.

Dengan memberikan China di posting baru IMF, Lagarde memberikan sinyal bahwa ia serius perhatian yang lebih besar ke negara berkembang. Lagarde mengatakan itu penting bahwa parlemen di negara-negara anggota IMF menyetujui perubahan hak suara IMF yang disahkan tahun lalu. Reformasi akan membuat China menjadi pemilik suara anggota ketiga terbesar IMF setelah Amerika Serikat dan Jepang.

Lagarde, mantan menteri keuangan Perancis, mengatakan Eropa juga harus membuatyang terbaik terkait kesepakatan tahun lalu untuk mengurangi representasi dua kursi di 12 anggota dewan eksekutif, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi dominasi Eropa di IMF dalam membuat keputusan.


www.inilah.com

Obama : Kegagalan perundingan utang bisa memicu resesi Amerika

WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mengingatkan kegagalan meningkatkan batas utang AS bisa memicu kembali terjadinya resesi dan menyebabkan jutaan orang menganggur.
Hal itu disampaikan Obama, Senin 11 Juli, di tengah-tengah upayanya mendapat dukungan paket anggaran yang antara lain mencakup pemotongan anggaran sekitar US$ 4 triliun.
Namun Obama menegaskan bahwa kebuntuan pembahasan akan bisa dipecahkan dalam waktu beberapa hari mendatang. Amerika menghadapi risiko tak mampu membayar utang pada tanggal 2 Agustus, ketika anggarannya habis.
"Kita tidak bisa menghadapi risiko, tak mampu memenuhi kewajiban karena kita tidak bisa mengesampingkan politik," tutur Obama. Ia menegaskan tidak akan ada kesepakatan untuk meningkatkan batas utang jika Partai Republik tidak bersedia mengambil kompromi.
"Saya tidak akan menandatangani perpanjangan 30 hari, 60 hari atau 90 hari," ujarnya. Pihak Republik menentang rencana Obama karena mencakup rencana kenaikan pajak sementara partainya, Demokrat, tidak bersemangat mendukungnya karena akan memotong dana kesejahteraan sosial dan kesehatan, Medicaid.
Setelah pertemuan yang tidak mencapai kata sepakat Minggu 10 Juli, Obama mengatakan dia akan melakukan pertemuan harian sampai kebuntuan tentang anggaran itu bisa dipecahkan.
"Kita harus bisa menyelesaikannya pada tanggal 2 Agustus," tegas Obama kepada para wartawan.
Saat ini Amerika Serikat menghadapi defisit anggaran tahunan sebesar US$ 1,5 triliun dan itu sudah melewati batas utang nasional sebesar US$ 14,3 triliun.
Dengan demikian pemerintah AS tidak boleh lagi mencari pinjaman dan Obama mengkritik para politisi yang tidak bersedia menaikkan batas utang itu. "Itu tidak bertanggungjawab. Mereka lebih tahu," tutur Obama.
Partai Kongres dilaporkan bertekad untuk mencegah kenaikan pajak dan menginginkan langkah-langkah yang progresif dalam mengurangi defisit anggaran sebelum mendukung peningkatan batas utang.
Sekelompok anggota Kongres dari Partai Republik dan Demokrat sudah mengidentifikasikan pemotongan sebesar US$2 triliun dalam pembicaraan Mei dan Juni namun tidak tercapai kesepakatan.


www.kontan.co.id

Krisis Eropa meluas, Italia butuh bailout

BRUSSEL. Ekonomi Eropa di ambang kiamat. Krisis utang rupanya meluas. Setelah Yunani, Irlandia, Portugal, dan Spanyol, kini giliran Italia yang tampaknya bakal tersungkur akibat lilitan utang. Kemarin (11/7), petinggi Uni Eropa menggelar pertemuan mendadak untuk membahas antisipasi kondisi ekonomi Italia yang terus memburuk.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Jean-Claude Trichet, Ketua Eurogroup Jean-Claude Juncker, Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, Komisioner Ekonomi dan Moneter Uni Eropa Olli Rehn, dan para menteri keuangan Eurogroup.
Menteri Keuangan Austria, Markia Fekter menyatakan, kondisi pasar surat berharga Italia yang terjun bebas, menjadi pembahasan serius. "Kami ingin mengetahui, bagaimana Pemerintah Italia menangani hal ini," katanya, kemarin.
Yield obligasi Pemerintah Italia yang diperdagangkan di pasar surat berharga melonjak akibat ketidakpercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Negeri Piza terhadap rencana penghematan anggaran negara yang dirilis pemerintah. Yield obligasi Pemerintah Italia bertenor 10 tahun, melonjak menjadi 5,39%, kemarin. Ini level yield tertinggi untuk obligasi terbitan sebuah negara Uni Eropa.
Kemarin, regulator pasar modal Italia, sudah memutuskan melarang short selling, setelah indeks harga sahamnya jatuh ke posisi terendah sejak dua tahun terakhir. “Italia kemungkinan tidak akan mampu membayar obligasinya," kata Andrew Bosomworth, Fund Manager di Pacific Investment Management Co. "Proyeksi kami, utang Italia sudah tidak sustainable," lanjut Bosomworth.
Investor menginginkan otoritas keuangan dan pengambil kebijakan Italia dan Eropa selangkah lebih maju dalam mengantisipasi beban utang. "Tetapi kami terus dikecewakan," kata Elwin de Groot, Ekonom Fixed Income Rabobank di Belanda.
Yunani harus default
Koran Jerman, Die Welt mengutip seorang pejabat Eropa menilai, European Financial Stability Facility (EFSF) tidak akan sanggup memikul pendanaan untuk membantu negara-negara Eropa yang terlilit utang, jika Italia ternyata membutuhkan bantuan dana bailout.
EFSF saat ini memiliki amunisi dana sebesar € 1,5 triliun, tidak akan cukup menalangi utang Yunani, Irlandia, Portugal, Spanyol dan Italia. Makanya, dalam pertemuan kemarin, sebagian negara Eropa mengusulkan membiarkan Yunani mengalami default untuk sebagian obligasinya. Ini akan meringankan beban Yunani dan beban negara Eropa yang harus menalangi beban utang negara Euro lain.
Cuma, ECB dan negara-negara Eurogroup menentang usulan tersebut. Di sisi lain, ECB sendiri tidak bisa menjamin akan mampu menolong semua negara yang terlilit utang. "Kita sedang menyaksikan akhir perjalanan hidup sebuah mata uang bernama Euro," kata de Groot.


www.kontan.co.id

Petensi gagal bayar Italia menjulang, ini merupakan krisis sistemik

JAKARTA. Credit default swap (CDS) atau indikator potensi gagal bayar milik Italia berada di posisi tertinggi sepanjang sejarah. Data CDS negeri yang terkenal dengan pizza ini mencapai 303,07.
Posisi terendah CDS Italia ada di 124,17 pada 8 April 2011. Sedangkan rata-rata CDS negeri tersebut sebesar 168,97. Informasi saja, indikator CDS menjadi gambaran terhadap kondisi keuangan suatu negara. Semakin tinggi angka CDS, potensi gagal bayar utang negeri tersebut akan semakin tinggi.
Krisis yang menjalar ke sebagian besar negara Eropa ini membuat investor khawatir. Sebagai gambaran saja, imbal hasil atau yield benchmark obligasi term 10 tahun Spanyol dan Italia saat ini semakin sempit menjadi 35 poin. Yield obligasi Italia melonjak hingga 71 basis poin dalam lima hari terakhir dan merupakan titik tertinggi selama sembilan tahun terakhir.
"Kondisi ini bisa mengubah segalanya," kata Antonio Garcia Pascual, Kepala ekonom Barclays Capital di London. Ia menilai, krisis Eropa ini sudah menjadi penyakit sistemik yang akan menyita perhatian Uni Eropa.


www.kontan.co.id

Senin, 11 Juli 2011

Bursa Asia tumbang karena kekhawatiran krisis menyebar ke Italia

TOKYO. Hari ini, pasar saham Asia mengalami koreksi tertajamnya dalam bulan ini. Tumbangnya bursa saham regional karena kecemasan krisis utang Eropa akan menyebar ke Italia, dan melambatnya pertumbuhan di AS dan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik turun 1% pada pukul 12.52 waktu Tokyo. Sekitar tiga saham turun berbanding satu saham yang menguat. Indeks Nikkei 225 jatuh 0,7%, sementara indeks Hang Seng tumbang 0,9%. Indeks Australia S&P/ASX 200 anjlok 1,3%, dan merupakan bursa dengan koreksi terbesar di Asia setelah kemarin Perdana Menteri Julia Gillard mengumumkan pajak pertama untuk emisi gas rumah kaca.

Pertemuan Uni Eropa dan Komisi Eropa hari ini diperpanjang di tengah spekulasi Italia mungkin terkena krisis dan perpecahan terkait struktur bantuan untuk Yunani. Berdasarkan laporan surat kabar Die Welt di Jerman, ECB menyebut dana talangan kawasan Euro mungkin harus dua kali lipat menjadi € 1,5 triliun untuk menutupi krisis di Italia.

Di sisi lain, harga konsumen China pada Juni lalu naik paling dalam tiga tahun terakhir. Sementara, kenaikan ekspornya pada Juni yang terendah sejak Desember. Hal ini mengindikasikan ekonomi China sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia melambat pada kuartal terakhir. Sedangkan, dari AS, tingkat penganggurannya meningkat dari 9,1% menjadi 9,2% pada Juni lalu.

"Pasar sedang menuju ke risiko penurunan, terutama dengan semua kecemasan terhadap Italia yang berpotensi menghadapi masalah utang," kata Arjuna Mahendran, kepala strategi investasi Asia dari HSBC Private Bank.


www.kontan.co.id

Pertemuan 'Batas Utang Atas AS' Hanya 90 Menit

Los Angeles - Pertemuan antara para pemimpin kongres dan Presiden Barack Obama untuk menyelesaikan kebuntuan mengenai batas utang atas AS, berakhir hanya dalam waktu 90 menit.
Pertemuan relatif singkat yang digelar Minggu waktu setempat ini, sebenarnya diperkirakan akan berlangsung selama empat atau lima jam, Reuters melaporkan. Tidak ada indikasi yang muncul, apakah pertemuan itu menghasilkan kemajuan dalam kesepakatan.
Adapun pertemuan tersebut digelar sehari setelah Ketua DPR John Boehner mengatakan Partai Republik akan menghindari kesepakatan proposal paket pemangkasan US$ 4 triliun untuk mendukung paket kecil sebesar U$ 2 triliun.
Menjelang pertemuan, Obama sempat menjawab pertanyaan wartawan tentang apakah kesepakatan dapat dicapai dalam 10 hari berikutnya dengan mengatakan: "Kita harus bisa." [ast]



www.inilah.com
Platforms FasaPay Online Payment System
IndonesianEnglishGermanPortugueseRussianArabicFrench